RSS

MMT (Manajemen Mutu Terpadu)

05 Jun

APA ITU MMT??

A. Landasan Filosofi Manajemen Mutu Terpadu

Mutu, khususnya dalam konteks Total Quality Management (TQM) adalah hal yanga berbeda. Mutu merupakan sebuah filosofi dan metodologi yang emembantu konstitusi untuk merencanakan perubahan dan mengatur agenda dalam mengahadapi tekenana – tekanan eksternal yang berlabihan.

Terdapat beberapa Filososfi Mutu Kinerja :

  1. Setiap pekerjaan menghasilkan  barang dan/atau jasa.
  2. Barang dan jasa itu diproduksi karena ada yang  memerlukan.
  3. Orang-orang yang memerlukan barang/jasa itu disebut pelanggan.
  4. Barang dan/atau jasa itu merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh pelanggannya.
  5. Barang atau jasa itu harus dibuat sedemikian rupa agar dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggannya.
  6. Barang atau jasa itu disebut bermutu bila dapat meme-nuhi atau melebihi kebutuhan dan harapan pelanggannya.

TQM adalah sebuah pendekatan praktis namun strategis dalam menjalankan roda organisasi yang mengfokuskan diri pada kebutuhan pelanggan kliennya. Tujuannya, adalah untuk mencari hasil yang lenbih baik. TQM dapat dipahami sebagai filosofi perbaikan tanpa henti hingga tujuan organisasi dapat dicapai dan dengan melibatkan segenap komponen dalam organisasi tersebut.

Clinton dkk (1994), menyatakan globalisasi saat ini mempersyaratkan mutu sebagai alat untuk memenangkan persaingan internasional. Filosofi TQM dalam perspektif korporasi adalah upaya mencapai kepuasan pelanggan melalui ”zero defects” produk dan jasa yang dihasilkan.

Beberapa organisasi memasukkan filosofi TQM dengan menggunakan nama yang mereka pilih. Boots the Chemist menyebut program Mutu ekstensifnya dengan ‘Assured Shopping’. American Express menggunakan istilah AEQL, American Express Quality Leadership. Organisasi ini lebih menekankan “Leadership” dari pada “Management” (Total Quality Control, Total Quality Service, Strategic Quality Management, Quality First, exc.) adalah sebagian nama yang digunakan beberapa institusi.

B.Pengertian TQM

Sebelum kita beranjak ke pengertian TQM mari kita lihat pengertian Mutu. Menurut Tom Peters dan Nancy Austin dalam A Passion for Excellence, 1985 Mutu adalah hal yang berhubungan dengan gairah dan Harga Diri. Mutu dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat memuaskan dan melampaui keinginan dan kebutuhan pelanggan.

Sebuah pendekatan  yang dipopulerkan oleh Peters dan Waterman dalam In Search of Excellence, TQM merupakan perluasan dan pengembangan dari jaminan mutu. TQM adalah usaha mencipatakan sebuah kultur mutu, yang mendorong semua anggota srafnya untuk memuaskan para pelanggan. Dahlgaard dkk (1995) menyampaikan bahwa TQM adalah budaya organisasi yang berfokus pada pelanggan (customer) dan peningkatan kinerja yang berkelanjutan.

Jaminan Mutu                           perbaikan yang kontinyu

Kontrol Mutu                deteksi

inspeksi

Gambar : Hirarki Konsep Mutu

Kontrol secara historis merupakan konsep mutu yang paling tua. Ia melibatkan   deteksi dan eliminasi komponen – komponen atau produk gagal yang tidak sesuai dengan standar. Ini merupakan sebuah proses pasca produksi yang melacak dan menolak item – item yang rusak.

Jaminan mutu berbeda dengan control mutu, baik sebelum maupun ketika proses tersebut berlangsung. Penekanan ini bertujuan untuk mencegah terjadi kesalahan sejak awal. Jaminan ini didesign sedemikian rupa untuk menjamin bahwa proses produksi menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

  • Komponen – Komponen dalam MMT

Diantaranya :

  1. Kepemimpinan

Seorang leadership dalam MMT merupakan penentu mutu dalam sebuah institusi. Pattern berpendapat bahwa gaya kepemimpinan tertentu dapat mengantarkan institusi pada revolusi mutu (sebuah gaya yang disingkat MBWA Management by Walking abaout)

  1. Diklat

Menurut Edward B. Lippo Diklat adalah Pendidikan (Pendidikan yaitu berhubungan dengan peningkatan pengetahuan umum dan pemahaman atas lingkungan secara menyeluruh) dan Pelatihan (Latihan merupakan usaha peningkatan pengetahuan dan keterampilan seseorang untuk mengerjakan pekerjaan tertentu). Menurut Irawan, cs-1997 Diklat merupakan Proses merekayasa perilaku kerja pegawai untuk dapat menunjukkan kinerja optimal

  1. Strukutr Pendukung

Struktur pendukung merupakan hal penting dalam memberikan dan bergerak menuju pada perubahan mutu yang terpadu.

  1. Komunikasi

Dalam hal organisasi antara manajer dengan staf harus dimulai dengan komunikasi yang baik. Jika komunikasi antar manajer dan staff berjalan dengan baik dan lancar maka pencapaian mutu akan berjalan cepat secara menyeluruh.

  1. Ganjaran Dan Pengakuan

Pengakuan dari pelanggan merupakan hal yang sangat penting.

  1. Pengukuran

Dalam hal pengukuran merupakan evaluasi dari proses yang telah di lalui.

  • Pengembangan dan Implementasi TQM

Implementasi TQM di bidang pendidikan dikatakan berhasil jika dapat ditemukan ciri-ciri sebagai berikut :

a)      Tingkat konsistensi produk dalam memberikan pelayanan umum dan pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan peningkatan kualitas SDM terus meningkat.

b)      Kekeliruan dalam bekerja yang berdampak menimbulkan ketidakpuasan dan komplain masyarakat yang dilayani semakin berkurang.

c)      Disiplin waktu dan disiplin kerja semakin meningkat

d)     Inventarisasi aset organisasi semakin sempurna, terkendali dan tidak berkurang/hilang tanpa diketahui sebab – sebabnya.

e)      Kontrol berlangsung efektif terutama dari atasan langsung melalui pengawasan melekat, sehingga mampu menghemat pembiayaan, mencegah penyimpangan dalam pemberian pelayanan umum dan pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

f)       Pemborosan dana dan waktu dalam bekerja dapat dicegah.

g)      Peningkatan ketrampilan dan keahlian bekerja terus dilaksanakan sehingga metode atau cara bekerja selalu mampu mengadaptasi perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai cara bekerja yang paling efektif, efisien dan produktif, sehingga kualitas produk dan pelayanan umum terus meningkat.

Menurut Nawawi (2005: 141), dimensi kualitas yang dimaksud adalah :

  1.  Dimensi Kerja Organisasi

Kinerja dalam arti unjuk perilaku dalam bekerja yang positif, merupakan gambaran konkrit dari kemampuan mendayagunakan sumber – sumber kualitas, yang berdampak pada keberhasilan mewujudkan, mempertahankan dan mengembangkan eksistensi organisasi (sekolah).

  1. Iklim Kerja

Penggunaan sumber-sumber kualitas secara intensif akan menghasilkan iklim kerja yang kondusif di lingkungan organisasi. Di dalam iklim kerja yang diwarnai kebersamaan akan terwujud kerjasama yang efektif melalui kerja di dalam tim kerja, yang saling menghargai dan menghormati pendapat, kreativitas, inisiatif dan inovasi untuk selalu meningkatkan kualitas.

  1. Nilai Tambah

Pendayagunaan sumber-sumber kualitas secara efektif dan efisien akan memberikan nilai tambah atau keistimewaan tambahan sebagai pelengkap dalam melaksanakan tugas pokok dan hasil yang dicapai oleh organisasi. Nilai tambah ini secara kongkrit terlihat pada rasa puas dan berkurang atau hilangnya keluhan pihak yang dilayani (siswa).

  1. Kesesuaian dengan Spesifikasi

Pendayagunaan sumber – sumber kualitas secara efektif dan efisien bermanifestasi pada kemampuan personil untuk menyesuaikan proses pelaksanaan pekerjaan dan hasilnya dengan karakteristik operasional dan standar hasilnya berdasarkan ukuran kualitas yang disepakati.

  1. Kualitas Pelayanan dan Daya Tahan Hasil Pembangunan

Dampak lain yang dapat diamati dari pendayagunaan sumber – sumber kualitas yang efektif dan efisien terlihat pada peningkatan kualitas dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada siswa.

  1. Persepsi Masyarakat

Pendayagunaan sumber – sumber kualitas yang sukses di lingkungan organisasi pendidikan dapat diketahui dari persepsi masyarakat (brand image) dalam bentuk citra dan reputasi yang positip mengenai kualitas lulusan baik yang terserap oleh lembaga pendidikan yang lebih tinggi ataupun oleh dunia kerja.

Prosedur dalam mengimplementasikan TQM pada dasarnya menempuh tiga tahapan sebgai berikut :

(1)   Persiapan.

Tahapan persiapan adalah aktivitas pertama dan utama yang harus dilakukan sebelum TQM dikembangkan

(2)   Pengembangan sistem.

Berdasrkan tahapan persiapan, pengembangan sistem dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : peninjauan dan pengembangan model atu sistem yang ada melalui penyusunan dokumen sistem kualitas, melakukan pelatihan dan sosialisasi prosedur dan petunjuk kerja kepada tim inti maupun tim imbas secara tuntas, dan melakukan penyiapan akhir baik sumber daya manusia maupun non manusianya secara cermat dan akurat dalam rangka memasuki tahapan implementasi sistem kualitas.

(3)   Implementasi sistem.

Tahapan implementasi sistem menunjuk pada langkah-langkah sebagai berikut :

ü  Melaksanakan uji joba sistem jaminan kualitas dalam lingkup tertentu berdasarkan siklus PDCA,

ü  Anggota tim menginformasikan kepada pimpinan maupun steering commits berkaitan dengan uji coba sistem jaminan kualitas yang telah dilaksanakan secara rinci,

ü  Tim mengumpulkan data dan informasi dari pelanggan (baik pelanggan internal maupun eksternal),

ü  Melakukan tindakan koreksi dan pencegahan sesuai dengan harapan pelanggan,

ü  Mendiskusikan/melaksanakan rapat

  • Teknik Dan Alat Peningkatan Mutu

Diantaranya :

  1. A.    BRAINSTORMING

è Teknik brainstorming dipopulerkan oleh Alex F. Osborn dalam bukunya Applied Imagination. Teknik brainstorming adalah teknik untuk menghasilkan gagasan yang mencoba mengatasi segala hambatan dan kritik. Kegiatan ini mendorong munculnya banyak gagasan. Sentral dari brainstorming adalah konsep menunda keputusan. Ketentuan dasar dari brainstorming adalah sebagai berikut:

  1. Tunda Keputusan. Jangan melakukan kritik terhadap setiap gagasan yang muncul. Jangan pula melakukan evaluasi terhadap gagasan tersebut. Gagasan dipilih setelah sekian banyak gagasan dilontarkan.
  2. Munculkan sebanyak mungkin gagasan. Munculkan gagasan sebanyak-banyaknya. Gunakan gagasan yang aneh dan lucu untuk merangsang gagasan-gagasan lain yang lebih baik.
  1. B.     ANALISIS PARETO

è Analisis Pareto dikembangkan oleh Vilfredo Frederigo Samoso pada akhir abad ke-19 merupakan pendekatan logic dari tahap awal pada proses perbaikan suatu situasi yang digambarkan dalam bentuk histogram yang dikenal sebagai konsep vital few and the trivial many untuk mendapatkan penyebab utamanya.

è Diagram Pareto dibuat berdasarkan data statistik dan prinsip bahwa 20% penyebab bertanggungjawab terhadap 80% masalah yang muncul atau sebaliknya. Kedua aksioma tersebut menegaskan bahwa lebih mudah mengurangi bagian lajur yang terletak di bagian kiri diagram Pareto daripada mencoba untuk menghilangkan secara sistematik lajur yang terletak di sebelah kanan diagram. Hal ini dapat diartikan bahwa diagram Pareto dapat menghasilkan sedikit sebab penting untuk meningkatkan mutu produk atau jasa.

C.ANALISIS FISHBONE                                                                                  

è Menurut seorang ilmuwan Jepang Dr. Kaoru Ishikawa, seorang tokoh kualitas yang telah memperkenalkan user friendly control, Fishbone cause and effect diagram, Diagram Fishbone dari Ishikawa menjadi satu alat yang sangat populer dan dipakai di seluruh penjuru dunia dalam mengidentifikasi faktor penyebab problem/masalah. Alasannya sederhana. Fishbone diagram tergolong praktis, dan memandu setiap tim untuk terus berpikir menemukan penyebab utama suatu permasalahan.

è Diagram “tulang ikan” ini dikenal dengan cause and effect diagram.Diagram Ishikawa juga disebut dengan “tulang ikan” karena jika diperhatikan rangka analisis diagram Fishbone bentuknya ada kemiripan dengan ikan, dimana ada bagian kepala (sebagai effect) dan bagian tubuh ikan berupa rangka serta duri-durinya digambarkan sebagai penyebab (cause) suatu permasalahan yang timbul.

D.ANALISIS LAPANGAN

è Analisis Kekuatan Lapangan adalah sebuah teknik manajemen yang dikembangkan oleh Kurt Lewin, seorang pionir dalam bidang ilmu sosial, untuk mendiagnosa situasi. Ini akan berguna ketika melihat variabel yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan program perubahan dan pasti akan digunakan dalam proyek membangun tim, ketika mencoba untuk mengatasi resistensi terhadap perubahan.

DAFTAR PUSTAKA:

Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana (1998); Total Quality Management (TQM), Andi Offset : Yogyakarta

Frietz R Tambunan (2004); “Mega Tragedi Pendidikan Nasional”, Kompas : 16 Juni 2004

Hadari Nawawi (2005); Manajemen Strategik, Gadjah Mada Pers : Yogyakarta

Thomas B. Santoso (2001), “ Manajemen Sekolah di Masa Kini (1)”, Pendidikan Network: 24 Maret 2006

Suardi, R. 2001. Sistem Manajemen Mutu 9000:2000: Penerapan untuk mencapai TQM. PPM. Jakarta

Tenner, A.R. dan I. J. Detoro. 1992. Total Quality Management. Addison-Wesley Publishing Company.

 

 

 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: