RSS

Implementasi + Manajemen Kelas = Mutu Pendidikan

05 Jun

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sumber Daya Manusia dalam aspek pendidikan merupakan unsure yang sangat penting. Potensi dari Sumber Daya Manusia pada era modern ini mempunyai daya saing yang sangat tinggi dan teruji. Selanjutnya, daya saing pada Sumber Daya Manusia ini tidak hanya dari aspek IQ saja akan tetapi dari sikap dan moralitas kepercayaan pada Tuhannya yaitu EQ dan SQ. Selain itu untuk membentuk watak anak dari kecil sampai duduk dibangku sekolah merupakan Tugas utama dari orang tua sehingga anak dapat berkembang sesuai dengan harapan.

Sekolah merupakan suatu lembaga formal yang mendidik dan mengajarkan peserta didik hal kehidupan salah satunya tentang nilai kehidupan. Nilai kehidupan sangat berkaitan dengan sikap, perilaku, dan tingkah laku peserta didik. Kemudian, sekolah mempunyai peraturan atau tata tertib yang harus di patuhi oleh seluruh warga sekolah. Dengan adanya ketaatan pada peraturan sekolah, makan tujuan dari sekolah dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Sikap Disiplin merupakan kunci dari keteraturan dan ketertiban sekolah. Disiplin pada level sekolah atau kelas merupakan hal urgent yang harus ditanamkan kepada peserta didik. Sejauh ini, Disiplin pada peserta didik merupakan hal yang rumit sehingga dalam pelaksanaan penanaman sikap disiplin terdapat banyak kendala yang sering didapatkan. Seringkali kendala dalam penanaman disiplin kepada peserta didik menggunakan alat yang dinamakan punishment (hukuman). Banyak hal yang akan menjadi kendala dalam penanaman kedisipinan, maka banyak cara pula untuk menghadapi persoalan tersebut.

Pengertian disiplin sekolah kadangkala diterapkan pula untuk memberikan hukuman (sanksi) sebagai konsekuensi dari pelanggaran terhadap aturan, meski kadangkala menjadi kontroversi dalam menerapkan metode pendisiplinannya, sehingga terjebak dalam bentuk kesalahan perlakuan fisik (physical maltreatment) dan kesalahan perlakuan psikologis (psychological maltreatment),sebagaimana diungkapkan oleh Irwin A. Hyman dan Pamela A. Snock dalam bukunya “Dangerous School” (1999).

Adanya maslah – masalah tersebut maka harus dicari solusi alternative penyelesaiannya, sehingga problem yang selama ini terjadi Dengan adanya uraian diatas maka judul makalah ini adalah “Kedisiplinan Peserta Didik pada Tahap Sekolah dan Kelas”

 B.     Rumusan Masalah

Adanya latar belakang diatas maka rumusan masalahnya, dantaranya:

  1. Bagaimana kedisiplinan peserta didik pada level sekolah?
  2. Apa kendala – kendala yang terjadi dalam penanaman kedisiplinan pada Tahap Sekolah atau Kelas?
  3. Bagaimanakah pengaruh disiplin terhadap prestasi peserta didik?
  4. Bagaimana kepala sekolah dan guru menyikapi kendala – kendala dalam penanaman sikap disiplin ?

C.    Tujuan

Tujuan disusunnya makalah ini, diantaranya:

  1. Mengetahui penanaman kedisiplinan pada level sekolah.
  2. Mendeskripsikan pengertian – pengertian kedisiplinan.
  3. Mengetahi tentang pengaruh disiplin terhadap prestasi peserta didik
  4. Mengetahui kendala – kendala guru atau kepala sekolah dalam penanaman sikap disiplin

D.    Manfaat

Manfaat makalah ini untuk mahasiswa prodi manajemen pendidikan mengerti, mengetahui, memahami tentang kedisipinan pada level sekolah.

BAB II. PEMBAHASAN

 

  1.  Pengertian Disiplin Kelas

Kata disiplin berasal dari bahasa latin “disciplina” yang menunjuk kepada belajar dan mengajar. Kata ini berasosiasi sangat dekat dengan istilah “disiple” yang berarti mengikuti orang belajar dibawah pengawasan seorang pemimpin. Di dalam pembicaraan disiplin dikenal dua istilah yang pengertiannya hampir sama tetapi terbentuknya satu sama lain merupakan urutan. Kedua istilah itu adalah disiplin dan ketertiban, ada juga yang menggunakan istilah siasat dan ketertiban. Di antara kedua istilah tersebut terlebih dahulu terbentuk pengertian ketertiban, baru kemudian pengertian disiplin (Suharsimi, 1993: 114).

Selain itu, Maman Rachman (1999) mengemukakan bahwa tujuan disiplin sekolah adalah : (1) memberi dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang, (2) mendorong siswa melakukan yang baik dan benar, (3) membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan menjauhi melakukan hal-hal yang dilarang oleh sekolah, dan (4) siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan bermanfaat baginya serta lingkungannya.Sementara itu, dengan mengutip pemikiran Moles, Joan Gaustad (1992) mengemukakan: “School discipline has two main goals: (1) ensure the safety of staff and students, and (2) create an environment conducive to learning”. Sedangkan Wendy Schwartz (2001) menyebutkan bahwa “the goals of discipline, once the need for it is determined, should be to help students accept personal responsibility for their actions, understand why a behavior change is necessary, and commit themselves to change”.

Keith Devis mengatakan, “Discipline is management action to enforce organization standarts” dan oleh karena itu perlu dikembangkan disiplin preventif dan korektif. Disiplin preventif, yakni upaya menggerakkan siswa mengikuti dan mematuhi peraturan yang berlaku. Dengan hal itu pula, siswa berdisiplin dan dapat memelihara dirinya terhadap peraturan yang ada. Disiplin korektif, yakni upaya mengarahkan siswa untuk tetap mematuhi peraturan. Bagi yang melanggar diberi sanksi untuk memberi pelajaran dan memperbaiki dirinya sehingga memelihara dan mengikuti aturan yang ada.

Membicarakan tentang disiplin sekolah tidak bisa dilepaskan dengan persoalan perilaku negatif siswa. Perilaku negatif yang terjadi di kalangan siswa remaja pada akhir-akhir ini tampaknya sudah sangat mengkhawarirkan, seperti: kehidupan sex bebas, keterlibatan dalam narkoba, gang motor dan berbagai tindakan yang menjurus ke arah kriminal lainnya, yang tidak hanya dapat merugikan diri sendiri, tetapi juga merugikan masyarakat umum.

Di lingkungan internal sekolah pun pelanggaran terhadap berbagai aturan dan tata tertib sekolah masih sering ditemukan yang merentang dari pelanggaran tingkat ringan sampai dengan pelanggaran tingkat tinggi, seperti : kasus bolos, perkelahian, nyontek, pemalakan, pencurian dan bentuk-bentuk penyimpangan perilaku lainnya.Tentu saja, semua itu membutuhkan upaya pencegahan dan penanggulangganya, dan di sinilah arti penting disiplin sekolah. Perilaku siswa terbentuk dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain faktor lingkungan, keluarga dan sekolah.

B.     Teknik Pemeliharaaan Disiplin Kelas dalam mengajar

diantaranya:

  1. Tepat waktu dan mulai pelajaran segera mungkin, siapkan sesuatu yang harus dikerjakan para siswa.
  2. Siapkan rencana pelajaran dan informasikan kepada para siswa apa, kapan, dan dimana aktivitas itu dikerjakan.
  3. Lakukan sesuatu dengan aturan dan pelaksanaan yang sama dan konsisten
  4. Bervariasi dalam aktifitas kelas
  5. Tidak mengancam dan menantang para siswa
  6. Buatlah tugas para siswa yang tepat dan cocok
  7. Jagalah dan control suara guru
  8. Tegas dalam permulaan dan secara perlahan muai dikendorkan bila hubungan sudah terjalin baik,
  9. Hindari adanya siswa favorit diantara mereka
  10. Jalin hubungan kerja sama dengan orang tua.

Pengembangan penguatan dapat dikembangkan dengan penguatan verbal yaitu memuji dengan perkataan, contoh: Bagus sekali pekerjaanmu. Penguatan Nonverbal diartikan dengan gerakan mendekati, member hadiah, dll.

C.    Pengaruh Disiplin dalam Berprestasi

        Disiplin merupakan kunci keberhasilan sebab dengan tingkat kedisiplinan tinggi, maka tingkat konsentrasi peserta didik dalam melaksanakan kegiatan meningkat.  Untuk kegiatan belajar, kedisiplinan yang dimaksudkan adalah disiplin waktu, beljar, kegiatan, disiplin hal terkait dengan kegiatan belajar. Dengan menerapkan  disiplin ketat, maka peserta didik dapat membuktikan pengaruh disiplin terhadap prestasi bejarnya.

Kemudian, berprestasi tidak hanya di dalam kelas saja kegiatan nonakavdemik atau ekstrakulikuler lain juga memerlukan kedisiplinan yang tinggi, sehingga peserta didik mempunyai banyak prestasi. Prestasi belajar peserta didik sangat membangun motivasi belajar dan hidup selanjutnya, maka dari itu kedisiplinan sangatlah penting untuk ditanamkan.

BAB III. Simpul dan Saran

  1. A.    Simpulan
  2. Kedisiplinan merupakan hal positif untuk ditanamkan kepada peserta didik sehingga perilaku peserta didik berkembang sesuai dengan yang diinginkan.
  3. Kedisiplinan pada level sekolah/kelas agar dapat mempunyai eksistensi tinggi, maka tata tertib di sekolah/ kelas harus konsisten terhadap pada tata tertib yang berlaku
  4. Disiplin preventif, yakni upaya menggerakkan siswa mengikuti dan mematuhi peraturan yang berlaku. Dengan hal itu pula, siswa berdisiplin dan dapat memelihara dirinya terhadap peraturan yang ada.
  5. Disiplin korektif, yakni upaya mengarahkan siswa untuk tetap mematuhi peraturan. Bagi yang melanggar diberi sanksi untuk memberi pelajaran dan memperbaiki dirinya sehingga memelihara dan mengikuti aturan yang ada.
  6. Perilaku siswa terbentuk dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain faktor lingkungan, keluarga dan sekolah. Tidak dapat dipungkiri bahwa sekolah meru.
    B.     Saran

    1. Hendaknya, tata tertib kelas pada tahun ajaran baru dibuat secara demokratis dan transparan, sehingga peran peserta didik disini bertujuan agar dapat bertanggungjawab pada kontrak belajar selama proses belajar mengajar terjadi.
    2. Sebaiknya, sikap guru yang baik adalah bijaksana dalam melihat sikap peserta didik, dengan tidak member hukuman fisik dalam penanaman disiplin.
    3. Penanaman Kedisiplinan Peserta didik terletak lebih baik dibangun melalui “Ing Ngarso Sung Thulodlo” bagaimana Kepala Sekolah dan Guru dan  menyontohkan perilaku keseharian dalam menerapkan sikap disiplin.

DAFTAR PUSTAKA

Rachman, Maman.1997. Manajemen Kelas. Semarang: PGSD

Sudrajat, Ahmad. 2008. Disiplin Siswa di Sekolah.

(Online : http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/04/04/disiplin-siswa-di-sekolah/)

Ahira, Anne. 2010. Pengaruh Disiplin terhadap Prestasi Belajar.

(Online: http://www.anneahira.com/pengaruh-disiplin-terhadap-prestasi-belajar.htm)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 5, 2012 in Disiplin, Manajemen Kelas

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: